Menjelajah Keindahan Merbabu memang mengasyikkan
bagi penggiat alam bebas. Mendaki melewati jalur yang landai, yang banyak
tumbuh pepohonan pinus, hingga jalur yang ekstrem menuju puncak. Semua
dinikmati dengan santuy.
Ada beberapa jalur resmi yang biasa dijadikan awal pendakian menuju puncak Merbabu yang berketinggian 3.145 mdpl (di atas permukaan laut). Ada jalur Selo di Boyolali dan jalur Thekelan di Salatiga. Ada jalur Suwanting, jalur Wekas dan jalur Cuntel, ketiga jalur ini berada di Malang.
Dengan kendaraan bak terbuka menuju basecamp
Basecamp yang berada di Desa Suwanting, tempat beristirahat para pendaki sebelum memulai pendakian
Melewati jalur Suwanting bisa jadi pilihan bagi pendaki yang ingin ‘sedikit’ merasakan trek yang ekstrem, tapi menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Melewati Suwanting pendaki harus menanjaki medan hutan lamtoro yang lumayan panjang. Suwanting berada di Dusun Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Menuju Basecamp Suwanting
Perjalanan dimulai dari Ketep Pass, lokasi wisata alam yang berada
di ketinggian 1.200 mdpl (di atas permukaan laut), lokasi ini berada di Bukit
Sawangan, Magelang. Ketep Pass ini sebuah wisata alam yang berada di himpitan
Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.
Menuju Desa Suwanting menempuh jarak sekitar 4 kilometer, lumayan jauh. Dengan kendaraan bak terbuka yang di-carter menuju Suwanting ternyata asyik juga. Sepanjang jalan bisa menikmati pemandangan alam pedesaan dengan bukit-bukit pegunungan.
Sesampai di Desa Suwanting, para pendaki minta ‘restu’ di basecamp menuju gerbang pendakian Gunung Merbabu. Ada banyak ladang perkebunan warga yang mesti dilalui dengan jalan berkontur semen, kadang landai juga menanjak. Sepanjang perjalanan terasa sejuk menempuh trek-trek perkebunan, tak sampai 1 jam tibalah di gerbang pendakian.
Indahnya Hutan Pinus Merbabu
Menuju pos 1, jalur teramat asyik. Keindahan
hutan pinus yang berjajar rapi terasa sejuk. Jalur pendakian masih landai. Tiba
di pos 1 yang bernama Lembah Lempong, bisa beristirahat menikmati indahnya alam
pegunungan dengan pepohonan pinus.
Melewati hutan pinus yang indah (Foto: Jamal Mahfudz)
Pendakian berlanjut, menuju pos 2 bernama
Lembah Mitoh. Trek pendakian mulai rada menanjak melintasi vegetasi yang lebat.
Penjelajahan makin asyik, karena para pendaki bisa mengambil air di beberapa
titik lembah yang tersedia. Memang pendakian harus melewati beberapa lembah,
ada Lembah Cemoro, Lembah Ngrijen dan Lembah Gosong.
Trek sudah semakin terjal menuju pos 3,
bahkan para pendaki harus melewati jalur yang sangat terjal bahkan ekstrem
dengan menggunakan tambang. Para pendaki harus melintasi Lembah Singo, Lembah
Manding dan Hutan Manding. Di jalur pos 2 menuju pos 3, ada sumber air yang
bisa digunakan, berada di Sendang Dampo Awan.
Jalur terjal menuju pos 3 (Foto: Jamal Mahfudz)
Sabana dan Puncak Merbabu
Sampai di Pos 3 biasa para pendaki membuka
tenda untuk beristirahat, mencari lokasi yang pas untuk nge-camp. Di
sini biasa para pendaki bermalam dan pagi harinya meneruskan pendakian meunuju
puncak Merbabu.
Di ketinggian pos 3 di pagi hari, seperti berada di atas awan, Hamparan awan begitu indah dengan pemandangan Gunung Merapi yang menyembul di tengah awan. Ah, menakjubkan panorama di pos 3.
Beristirahat di pos 3 dengan latar belakang Gunung Merapi (Foto: Jamal Mahfudz)
Pagi hari, melanjutkan pendakian para pendaki biasa melewati ladang rumput yang disebut sabana. Mesti melewati sabana 1, sabana 2 dan sabana 3, sebelumnya akhirya sampai di titik puncak Suwanting.
Puncak Suwanting (Foto: Jamal Mahfudz)
Sepanjang pendakian, melintasi sabana memang indah sepanjang mata
memandang. Pepohonan cantigi dan hamparan awan menjadi sebuah panorama yang
sangat indah.
Dari puncak Suwanting menuju puncak Merbabu
memang sudah di depan mata. Hamparan rumput begitu indah dipandang, setelah
lelah menjelajahi jalur ekstrem punggung Gunung Merbabu.
Dan sampailah di puncak Gunung Merbabu.
Puncak Gunung Merbabu atau Titik
Triangulasi (Foto: Jamal Mahfudz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar